kesadaran yang luas adalah penanda ego yang sehat. sebaliknya, ego yang tidak sehat ditunjukkan oleh kesadaran yang sempit.
orang yang memiliki ego yang sehat tidaklah asertif atau agresif, seperti yang dibayangkan beberapa orang. sifat-sifat demikian lebih merupakan kesadaran yang sempit. orang dengan ego yang sehat memandang dunia di sekelilingnya dengan penuh apresiasi. dia memilih untuk memahami daripada dipahami, untuk menunjukkan simpati daripada mencari simpati. dia suka memberi dan empatik.
pikiran orang yang egonya tidak sehat dikuasai oleh dirinya sendiri, oleh kecemasan-kecemasannya, masalahnya, dan kekhawatirannya. dia terpaku pada bagaimana orang memperlakukannya, dan bukan pada apa yang bisa dilakukannya untuk mereka. dia bisa digambarkan seperti pusaran psikologis, persepsinya tertuju kepada dirinya sendiri sebagai fokus dari semua minatnya.
kesadarannya yang sempit itu tidaklah sehat karena bisa menyesatkan persepsinya akan kenyataan, merampas kemampuannya untuk menikmati hidup, dan menjadikannya narapidana yang tidak mungkin melarikan diri.
beberapa dari kita sepenuhnya hidup di salah satu gaya kesadaran ini. kadang-kadang, dan dengan cara tertentu, kita memang membuka diri, tetapi di lain waktu, dengan cara yang lain, kita juga kadang menutup diri. akan tetapi, jika kita memilih untuk hidup dengan benar dan bijaksana, perlahan-lahan kita belajar bahwa kesadaran yang sempit pasti membawa kita pada penderitaan dan kemiskinan.
kesadaran yang sempit menggoda pikiran dengan ide bahwa jika kita menarik diri secara mental dan menyembunyikan diri dari dunia, kita akan lolos dari segala ancaman orang maupun keadaan. kesadaran yang sempit itu berbisik, seandainya kita kebal terhadap perasaan sakit, perlakuan yang tidak peka dari orang lain, dan terhadap pendapat yang tidak tepat tentang kita, dan seandainya kita bisa membangun dinding psikologis untuk meniadakan realitas yang tidak menyenangkan dari hidup kita, kita pada akhirnya akan menemukan kedamaian.
sayangnya, penarikan dan penutupan diri mendatangkan kenyamanan yang semu bagi mereka yang takluk pada godaan ini. segala usaha untuk menyingkirkan "ego" ini hanyalah menyebabkan masalah kita mengaburkan hal-hal yang lebih besar dan jahat karena kita menjadi semakin kecil. semakin ego itu menarik diri, semakin sadarlah ego itu akan kekurangannya. kesulitan yang ditemui orang dalam menerima dirinya sebagaimana adanyab berakar pada kesadaran yang sempit, dan tidak pada kekurangan-kekurangan lain yang mereka miliki. yang tidak bisa mereka terima bukanlah diri mereka, melainkan perasaan kecil yang semakin meningkat. perasaan kecil itu mencemooh hidup, dan mendorong orang untuk meluaskan diri.
dalam kesadaran yang sempit, usaha sejati untuk menerima diri hanya memperkuat perasaan kecil dan penderitaannya. apalagi, segala usaha untuk menunjukkan pendiritaan dengan menyalahkan orang lain hanya mengakibatkan semakin sempitnya diri dan semakin bertambahnya penderitaan.
jad, cara untuk kembali pada penerimaan diri tidaklah diawali dengan penegasan akan kelayakan diri. penegasan semacam itu hanya bisa menghasilkan perbandingan dengan orang lain, "Saya selayak dia", "Saya lebih layak daripada dia!", "Dia menghambat saya mengembangkan perasaan layak saya sendiri!". pernyataan-pernyataan seperti itu merupakan cerminan khas pikiran sempit. cara mengobatinya adalah dengan melupakan diri sendiri, bukan dengan mementingkan diri sendiri.
cara menerima diri adalah pertama, bersikap luas dengan menunjukkan suatu sikap yang lebih murah hati dan suka memberi. hanya sesudah mengelola sikap luaslah orang bisa melihat dirinya sendiri secara akurat dalam hubungannya dengan orang lain dan hal-hal lain yang lebih besar.
kemudian, dari perspektif yang diperluas, orang tersebut bisa menegaskan kemandiriannya tanpa menunjukkan sikap-sikap penarikan diri yang menjadikan seseorang menjadi korban hidup untuk selamanya, setidaknya dalam pikirannya sendiri.
sementara berusaha menerima diri, ingatlah bahwa kamu, dan juga orang lain, adalah unik. melodi yang harus kamu nyanyikan adalah milik kamu sendiri untuk selamanya. peran yang harus kamu mainkan pada pentas kehidupantidak dapat dimainkan oleh orang lain. tugas yang menjadi bagian mu adalah belajar untuk memrankannya dengan sempurna. akan tetapi, melodi atau peran itu lebih dimiliki oleh diri yang luas daripada ego yang sempit. singkirkanlah segala kekurangan mu dengan selalu merenung, dengan memperluas realitas.
akhirnya, kamu akan menemukan siapa kamu sesungguhnya di balik semua topeng ego yang, sama halnya dengan orang lain, kamu kenakan.
AK
Minggu, 10 Juni 2012
He Said ..
rahasia penerimaan diri adalah ..
pertama-tama menerima orang lain apa adanya
sesudah itu,
barulah kamu akan bisa menerima
diri mu sendiri sebagaimana adanya
pertama-tama menerima orang lain apa adanya
sesudah itu,
barulah kamu akan bisa menerima
diri mu sendiri sebagaimana adanya
AK
He Said ..
rahasia penerimaan diri adalah ...
menyadari keunikan mu di seluruh jagad
tidak seorang pun akan pernah memiliki lagu mu untuk dinyanyikan
itu akan menjadi milik mu sendiri selamanya
tugas utama mu dalam hidup adalah
belajar untuk menyanyikan lagu itu dengan sempurna
menyadari keunikan mu di seluruh jagad
tidak seorang pun akan pernah memiliki lagu mu untuk dinyanyikan
itu akan menjadi milik mu sendiri selamanya
tugas utama mu dalam hidup adalah
belajar untuk menyanyikan lagu itu dengan sempurna
AK
Taemin ..
well .. ini event nya SMTown Live World Tour in LA pada 12/05/20
yang paling aku suka, ada efek-efek air yang bikin para performers, khususnya Taemin
jadi tambah keren deh .. :D
Langganan:
Komentar (Atom)









