terik panas matahari
mencoreng birunya langit pagi
seberkas cerahnya menembus kusamnya kaca
yang diselimuti butiran molekul
oleh upaca para tangan tercemar
namun, semburatnya tetap menyilaukanku
meninggalkan tato panas diwajahku
berwarna orange yang indah
menemaniku dalam keterdiaman
termenung sendiri di tengah ruang
kembali, ku hanya mengurung diri
menjauh dari keramaian dunia
kembali, ku buka semua kenangan itu
kenangan yang ku tutup rapat, terkunci
dalam hati yang setia menunggu kebebasan
aku tak hiraukan banyak mata memandang
menghakimi diriku yang menganut individualisme
aku tak peduli, terserah saja
tak penting bagiku burung berkicau
kembali, aku kembali pada titik terlemah
kala semua kenangan itu, kembali bercerita
indahnya kehadiranmu, perihnya kepergianmu
meski belum ku miliki, namun sempat ku rasakan
aku dalam keterpurukan, bimbang dalam menentukan
pandangan diri, atau argumen para ilalang
tersudut ku dalam segitiga bermuda
mencari garis putus, tuk berhenti berlari
tertunduk ku disini, meluluhkan raga
bersama matahari pagi ku ditemani
dengan sinarnya ku bercerita ..
Kamis, 26 Juli 2012
Senin, 23 Juli 2012
MY STORY ..
penyanggaku kembali
penyanggaku datang tanpa diundang
ia berdiri di dekatku
tepat di sebelah kanan sisiku
ia menjulangkan tubuh tingginya
lalu dilipatnya kedua tangannya
tepat di depan dada, yang terbungkus dalam diam
terlalu sunyi, buat jantungku berderu kencang
seperti denting jam di tengah pemakaman
aku pun tak kuat sembunyikan seulas kebahagiaan
rasanya diriku sungguh ingin melebarkan senyuman
namu tetap kendaliku bersiaga
tak mau terpuruk lebih dari ini
ku stabilkan setiap hembusan napas
yang sempat sesak oleh atmosfer kehadiranmu
hingga aku pun pergi, berlalu
menjalankan tanggung jawab dipundakku
aku pun mulai bimbang akan keadaan
masikah kau setia pada pijakanmu
atau mungkin berpaling ke sudut lain
satu opiniku menggebu tuk diyakinkan
sebuah semangat yang dikungkung dalam sangkar
tak bisa bebas, namun ingin terungkap
namun opini itu tetap diselimuti tebalnya keegoisan
hanya angan sesaat yang mengharap pembelaan
banyak suara yang menentang
bahwa semua alibiku tuk tetap tegak pada pendirian
suara itu berseru kencang dan menyakitkan
sebuah seruan tuk melupakan semua angan yang ku jaga
sulit, sungguh berat tuk ku benarkan
sebuah nyata yang mungkin terjamin keotentikannya
kini ku seperti sebuah titik di labiran membingungkan
mencari jalan keluar beralaskan insting belaka
kini ku terkurung dalam bimbang
tetap ku jaga hingga lelah datang
atau melepaskan ..
penyanggaku datang tanpa diundang
ia berdiri di dekatku
tepat di sebelah kanan sisiku
ia menjulangkan tubuh tingginya
lalu dilipatnya kedua tangannya
tepat di depan dada, yang terbungkus dalam diam
terlalu sunyi, buat jantungku berderu kencang
seperti denting jam di tengah pemakaman
aku pun tak kuat sembunyikan seulas kebahagiaan
rasanya diriku sungguh ingin melebarkan senyuman
namu tetap kendaliku bersiaga
tak mau terpuruk lebih dari ini
ku stabilkan setiap hembusan napas
yang sempat sesak oleh atmosfer kehadiranmu
hingga aku pun pergi, berlalu
menjalankan tanggung jawab dipundakku
aku pun mulai bimbang akan keadaan
masikah kau setia pada pijakanmu
atau mungkin berpaling ke sudut lain
satu opiniku menggebu tuk diyakinkan
sebuah semangat yang dikungkung dalam sangkar
tak bisa bebas, namun ingin terungkap
namun opini itu tetap diselimuti tebalnya keegoisan
hanya angan sesaat yang mengharap pembelaan
banyak suara yang menentang
bahwa semua alibiku tuk tetap tegak pada pendirian
suara itu berseru kencang dan menyakitkan
sebuah seruan tuk melupakan semua angan yang ku jaga
sulit, sungguh berat tuk ku benarkan
sebuah nyata yang mungkin terjamin keotentikannya
kini ku seperti sebuah titik di labiran membingungkan
mencari jalan keluar beralaskan insting belaka
kini ku terkurung dalam bimbang
tetap ku jaga hingga lelah datang
atau melepaskan ..
MY STORY ..
aku kembali tumbang
tumbang tanpa penyangga
jelas tubuhku remuk
menghantam kerasnya muka pijakan
dimana penyanggaku ?
yang dulu ada meski semu
yang dulu tersenyum dalam sejuta rahasia
yang dulu katanya selalu menenangkan
aku menghilang, atau kehilangan ?
aku seperti buta, tak dapat menerawang
jalan berlubang tak ku hiraukan
aku seperti bisu, tak dapat mengisyaratkan
jawaban hati yang terkurung sepi
aku seperti tuli, tak dapat peka keadaan
yang khawatirkan semua lamunanku
dan aku seperti mati rasa, hampa dalam jiwa
enggan pedulikan kehadiran hati lain yang perlahan datang
napasku kembali mendesak, meminta untuk lepas bebas
hingga air mata ikut menemani dalam liku perjalanan
menelusuri setiap lekuk pori, mencari tempat bermuara
ternyata aku lemah, yang terus pasang topeng baja
menipu banyak mata dengan senyum tawa
dibalik layunya semangat melangkah
kini ku seperti setangkai aster di tengah teriknya sahara
mengharapkan tangan yang menyiramkan setetes air
meski ku tahu hanya mukjizat jika benar terjadi
ku tetap yakin dirimu yang akan datang
membawa kesejukan ditengah gersangnya angan
walau aku tahu, akan sakit jika tetap ku jaga angan itu
akan tetap ku lakukan semua itu, dengan sempurna
jika rasa sakit itu benar datang lagi
akan ku pasang kembali topengku
akan ku mainkan peran keduaku
dalam cerita manis membungkus luka ..
tumbang tanpa penyangga
jelas tubuhku remuk
menghantam kerasnya muka pijakan
dimana penyanggaku ?
yang dulu ada meski semu
yang dulu tersenyum dalam sejuta rahasia
yang dulu katanya selalu menenangkan
aku menghilang, atau kehilangan ?
aku seperti buta, tak dapat menerawang
jalan berlubang tak ku hiraukan
aku seperti bisu, tak dapat mengisyaratkan
jawaban hati yang terkurung sepi
aku seperti tuli, tak dapat peka keadaan
yang khawatirkan semua lamunanku
dan aku seperti mati rasa, hampa dalam jiwa
enggan pedulikan kehadiran hati lain yang perlahan datang
napasku kembali mendesak, meminta untuk lepas bebas
hingga air mata ikut menemani dalam liku perjalanan
menelusuri setiap lekuk pori, mencari tempat bermuara
ternyata aku lemah, yang terus pasang topeng baja
menipu banyak mata dengan senyum tawa
dibalik layunya semangat melangkah
kini ku seperti setangkai aster di tengah teriknya sahara
mengharapkan tangan yang menyiramkan setetes air
meski ku tahu hanya mukjizat jika benar terjadi
ku tetap yakin dirimu yang akan datang
membawa kesejukan ditengah gersangnya angan
walau aku tahu, akan sakit jika tetap ku jaga angan itu
akan tetap ku lakukan semua itu, dengan sempurna
jika rasa sakit itu benar datang lagi
akan ku pasang kembali topengku
akan ku mainkan peran keduaku
dalam cerita manis membungkus luka ..
Minggu, 15 Juli 2012
Teruntuk Dia ..
ku lihat
diriku
hanya tersenyum
senyum tenggelam dalam rasa perih
mata ku layu, nanar mengenang setiap tingkahmu
mungkin saat itulah aku akan melepasmu
mengucapkan selamat tinggal, sungguh lirih
mengingat sejenak, keseharianmu
yang menyayat hatiku tiap klise dirimu
yang kini semakin pudar, lalu hilang
aku menangis dalam hening
mnyesali semua kebodohanku
membiarkan dirimu pergi
salahkah aku yang ingin melupakanmu
ku tatap wajahku
basah oleh air mata yang bergulir
kau mengubahku menjadi bodoh
yang berharap lebih dari seluruh hatimu
tapi, kala kita habiskan waktu bersama
menit dan detik yang kita jalani
senyummu yang berkilauan indah
tetap tersimpan manis dalam hatiku
yang selalu terbuka, lalu menari di kala rinduku meradang
jika ada satu hari aku tidak memikirkanmu
aku akan merasa kehilangan napasku, sesak
ungkapan, aku mencintaimu
arti dari diriku yang hanya untukmu
ungkapan, aku merindukanmu
arti dari aku inginkan dirimu
teruntukmu, dirimu seorang
aku ingin melindungimu
sekali lagi, pintaku
untuk berada di sisiku, selalu ..
hanya tersenyum
senyum tenggelam dalam rasa perih
mata ku layu, nanar mengenang setiap tingkahmu
mungkin saat itulah aku akan melepasmu
mengucapkan selamat tinggal, sungguh lirih
mengingat sejenak, keseharianmu
yang menyayat hatiku tiap klise dirimu
yang kini semakin pudar, lalu hilang
aku menangis dalam hening
mnyesali semua kebodohanku
membiarkan dirimu pergi
salahkah aku yang ingin melupakanmu
ku tatap wajahku
basah oleh air mata yang bergulir
kau mengubahku menjadi bodoh
yang berharap lebih dari seluruh hatimu
tapi, kala kita habiskan waktu bersama
menit dan detik yang kita jalani
senyummu yang berkilauan indah
tetap tersimpan manis dalam hatiku
yang selalu terbuka, lalu menari di kala rinduku meradang
jika ada satu hari aku tidak memikirkanmu
aku akan merasa kehilangan napasku, sesak
ungkapan, aku mencintaimu
arti dari diriku yang hanya untukmu
ungkapan, aku merindukanmu
arti dari aku inginkan dirimu
teruntukmu, dirimu seorang
aku ingin melindungimu
sekali lagi, pintaku
untuk berada di sisiku, selalu ..
Teruntuk Dia ..
berhenti
lah berbicara
aku benci diriku sendiri, yang telah mengetahui semuanya
bahkan sebelum kau coba membuka mulut, aku ingin tuli saja dan lari
namun, dua matamu seolah tetap memberitahu diriku kata perpisahan
dan akhirnya menetapkan hati untuk sungguh pergi
semua itu datang padaku seperti badai yang keras
takdir yang membasuh hidupku seperti hujan
itu lebih menyakitkan, daripada takdir yang hancur seperti kaca
di akhir perjalanan ini, aku ingin menghentikan langkahmu
tetapi aku tak berdaya, hanya tangis yang kini dibalut luka
dan kau pun tidak akan pernah tau, kini aku menangis dalam perih
aku benci diriku sendiri, yang telah mengetahui semuanya
sebelum aku tumbang dihembus angin kepergianmu
aku mencoba untuk berbohong dan menghindar dari kenyataan
dan itu buatku sakit dan semakin gila dengan cintamu
hingga kini, arti dari air mata yang menetes ke bibir keringku,
kau tidak akan pernah tahu, mutlak tidak tau
aku berusaha keras, untuk mebentangkan jarak denganmu
tubuhku sudah hancur menjadi serpihan tak berarti
aku mencoba tak lagi melangkah lebih dekat denganmu
akhirnya aku menetapkan hati untuk meninggalkanmu
di akhir penantian setiaku, aku ingin membiarkan dirimu tau
aku sakit dan gila sebab dirimu
tapi sungguh, kau tak akan pernah tau ..
aku benci diriku sendiri, yang telah mengetahui semuanya
bahkan sebelum kau coba membuka mulut, aku ingin tuli saja dan lari
namun, dua matamu seolah tetap memberitahu diriku kata perpisahan
dan akhirnya menetapkan hati untuk sungguh pergi
semua itu datang padaku seperti badai yang keras
takdir yang membasuh hidupku seperti hujan
itu lebih menyakitkan, daripada takdir yang hancur seperti kaca
di akhir perjalanan ini, aku ingin menghentikan langkahmu
tetapi aku tak berdaya, hanya tangis yang kini dibalut luka
dan kau pun tidak akan pernah tau, kini aku menangis dalam perih
aku benci diriku sendiri, yang telah mengetahui semuanya
sebelum aku tumbang dihembus angin kepergianmu
aku mencoba untuk berbohong dan menghindar dari kenyataan
dan itu buatku sakit dan semakin gila dengan cintamu
hingga kini, arti dari air mata yang menetes ke bibir keringku,
kau tidak akan pernah tahu, mutlak tidak tau
aku berusaha keras, untuk mebentangkan jarak denganmu
tubuhku sudah hancur menjadi serpihan tak berarti
aku mencoba tak lagi melangkah lebih dekat denganmu
akhirnya aku menetapkan hati untuk meninggalkanmu
di akhir penantian setiaku, aku ingin membiarkan dirimu tau
aku sakit dan gila sebab dirimu
tapi sungguh, kau tak akan pernah tau ..
Senin, 09 Juli 2012
Teruntuk Dia ..
ku buka telingaku tuk mendengarkanmu
ku tutup mataku tuk membayangkanmu
ku lakukan demi temani hari
ku tutup mataku tuk membayangkanmu
ku lakukan demi temani hari
karena perlahan kau
kini menjadi kabur
perlahan-lahan kau ilusi dalam mata
hanya nyata dalam kenangan semata
aku hanya bisa berhenti, lalu diam
kenangan yang terpahat, mengendalikanku begitu mudah
sekali lagi, untuk kali kesekian
hanya nyata dalam kenangan semata
aku hanya bisa berhenti, lalu diam
kenangan yang terpahat, mengendalikanku begitu mudah
sekali lagi, untuk kali kesekian
satu kesadaran berderu, menyeruak
tuk merasa bebas
akhirnya, saat ini tiba
akhirnya, saat ini tiba
saat dimana kau akan pergi membawa
kebahagiaanmu
dan aku yang tertinggal dalam
sebongkah kepedihan
kesadaran yang terhitung janji, mutlak pasti terjadi
sesak aku, kala auramu menjauh
ku siagakan kedua tangan
kesadaran yang terhitung janji, mutlak pasti terjadi
sesak aku, kala auramu menjauh
ku siagakan kedua tangan
tuk menahanmu dari angin yang mengantarmu
ke suatu penjuru
namun keterlambatan tak dapat ku tolak,
namun keterlambatan tak dapat ku tolak,
karena kini ku tak menemukanmu
kecuali pandanganku yang perlahan menjauh
aku tidak takut jatuh, tidak takut terluka
karena dengan kau di sini aku dapat bertahan
tanpa dirimu, aku kehilangan motivator klasik
aku tidak dapat melangkah maju, bahkan tuk mundur sekalipun
yang bisa aku lakukan, hanya ..
berhenti, lalu diam
ditemani isak pedih dan dibalut sempurna dalam,
aku tidak takut jatuh, tidak takut terluka
karena dengan kau di sini aku dapat bertahan
tanpa dirimu, aku kehilangan motivator klasik
aku tidak dapat melangkah maju, bahkan tuk mundur sekalipun
yang bisa aku lakukan, hanya ..
berhenti, lalu diam
ditemani isak pedih dan dibalut sempurna dalam,
gelap dan sunyi ..
Teruntuk Dia ..
mereka itu sangat manis,
mereka itu, kata-kata dari mu
kata-kata yang membunuhku
karena cukup pahit tuk ku ingat
kata-kata yang membunuhku
karena cukup pahit tuk ku ingat
jangan keluarkan mereka lagi
aku tidak bisa membencimu dengan sungguh
aku pun tidak bisa mencintaimu dengan sempurna
kau hanya akan mengiris hatiku
jangan, jangan keluarkan kata-kata itu lagi
kata-kata yang tidak bisa ku cerna
aku tidak bisa membencimu dengan sungguh
aku pun tidak bisa mencintaimu dengan sempurna
kau hanya akan mengiris hatiku
jangan, jangan keluarkan kata-kata itu lagi
kata-kata yang tidak bisa ku cerna
bahwa itu hanya sebuah lelucon biasa
mereka panas dan beracun
mereka manis saat itu, dan kini jadi kejam
mereka panas dan beracun
mereka manis saat itu, dan kini jadi kejam
kata-kata yang tak ku sangka keluar
kata-kata itu berbalut bahasa luar
yang sontak meronakan wajahku
yang membuatku tak menentu
namun, kau kini menjadi sangat dingin tuk ku sentuh
namun, kau kini menjadi sangat dingin tuk ku sentuh
hingga segan mataku mendaratkan
pandangan ke arahmu
hatimu benar-benar beku,
dan kini kau mencoba menghilang dari harapanku
hatimu benar-benar beku,
dan kini kau mencoba menghilang dari harapanku
mungkin akan lebih baik
jika kau tidak mengatakannya dari awal
kembalilah, pada dirimu yang dulu
kala kau tidak mengeluarka kata-kata itu
kala aku tak banyak berharap padamu
jika kau tidak mengatakannya dari awal
kembalilah, pada dirimu yang dulu
kala kau tidak mengeluarka kata-kata itu
kala aku tak banyak berharap padamu
kala kita hanya dua manusia yang tak
pernah tersimpan rasa
rasamu yang bercanda, rasaku yang
menggila ..
Langganan:
Komentar (Atom)