Minggu, 22 September 2013

AUTUMN ..

musim gugur ..
aku sendiri tak paham arti dari komposisi penyusun kata-kata itu
gugur, mungkin kah rasa sakit yang akhirnya menghilang ?
atau kah bisa mungkin kebahagiaan yang perlahan memudar ?
yang nyata pasti kedua hal itu menjadi material penyusun 30 hari musim ini
ku nikmati kebahagiaan hidupku dengan bertambahnya umurku menuju kedewasaan
genap 16 tahun di musim ini membuatku mengajukan banyak permohonan
karena aku tak ingin merasakan pedihnya menyesal disela-sela sisa waktuku
banyak kejutan yang mengagetkan membuatku tak henti tersenyum lebar
sebagai tanda terima kasihku pada semua, yang tak cukup terbilang
namun perlahan senyum itu mengaku, membeku
hingga bibir ini mengatup, menutup barisan gigi yang rapi
ku dapati kenyataan yang merupakan jawaban Tuhan
terlalu sakit bagiku, hingga menangis pun aku tak mampu kala itu
menyadari apa yang kumohonkan "berikan yang terbaik"
seolah tak dapat ku terima dengan dada yang lapang
manusia terkutuk, mungkin bisa jadi begitu diriku kala sakit itu
membuang pemberiaan apa yang telah ku minta sebenarnya
aku begitu karena memang jawaban Tuhan tak sesuai kehendakku
meski dari dulu aku tau, Tuhan tak kan setuju dengan hubungan yang ku minta itu
renunganku mulai membantu, perlahan menyadar kan ku dari belenggu cinta itu
aku merasa lebih baik saat ini, lebih bisa menerima jawaban yang Ia beri
dan syukur tak henti selalu meluap dihatiku, dan berbuih dimulutku
maka itu aku ragu, akan makna dari musim gugur itu
karena aku sempat merasakan gugurnya pedihku,
juga gugurnya tawaku ..

Selasa, 10 September 2013









Love is the most beautiful word in the whole world ..
So .. Let's tell "I Love You" for everyone that we loved :D


So .. let's make a smile :D

Senin, 09 September 2013

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.
Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantar saya ketempat ibuku?
Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah. Melihat itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Bergegas ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimanya. Ia mengambil karangan bunga yang telah dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju kerumah ibunya.

Pertunjukkan Akhir

Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya.
Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya. Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukkan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukkan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan. Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia terkulai mati.

Renungan : “Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataanya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.”

Cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda?
Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?
Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah :)

Jumat, 06 September 2013

Ragam Budaya Indonesia


B
atik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

A
ngklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan, bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bamboo. Sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

R
eog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. sebuah kesenian dari Ponorogo, Jawa Timur yang menggunakan topeng harimau dan hiasan bulu merak

T
ari Papua, menampilkan sekumpulan penari pria dengan pakaian adat Papua, lengkap dengan tameng dan tombak. Tarian ini mirip seperti tarian perang, dimana gerakan yang energik dalam memainkan tombak dan tameng, dan terkadang diiringi dengan suara teriakan khas, merupakan gerakan yang khas dari tarian tersebut. Iringan alat musik serupa kendang, merupakan salah satu iringan musik yang dominan dalam tarian tersebut.

T
ari Kecak ialah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan. Menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

P
ermainan ular naga adalah permainan berkelompok yang dimainkan oleh minimal 4-5 orang, 2 orang sebagai pembuat gerbang (kiri-kanan), yang lainnya netral berbaris melingkar membentuk angka 8 melewati gerbang yang di buat. Anak yang tepat berada di tengah-tengah gerbang pada saat lagu berakhir akan di tutup dan di berikan pilihan rahasia untuk bergabung dengan kelompok gerbang kiri atau gerbang kanan. Siapa yang pengikutnya paling banyak dia lah yang menang, dan yang kalah harus menangkap orang yang paling belakang dari lawannya.
Lagu untuk permainan Ular Naga:
5 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 3 0 0 0
Ular naga panjangnya, bukan kepalang
6 6 6 7 i 7 2 i 6 i 7 6 5 0 0 0
Menjalar-jalar selalu kian kemari
4 4 4 4 6 0 5 4 3 2 3 4 5 0 0 0
Umpan yang lezat, itulah yang di cari
6 i 7 6 5 0 2 4 3 0 2 0 1
Ini dianya, yang ter be la kang


P
ermainan congklak merupakan permainan yang dimainkan oleh dua orang yang biasanya perempuan. Alat yang digunakan terbuat dari kayu atau plastik berbentuk mirip perahu. Pada kedua ujungnya terdapat lubang yang disebut induk, diantar keduanya terdapat lubang yang lebih kecil dari induknya, yang setiap deret berjumlah 7 buah lubang. Permainan ini berakhir jika biji-bijian yang terdapat di lubang yang kecil telah habis dikumpulkan. Pemenangnya adalah anak yang paling banyak mengumpulkan biji-bijian ke lubang induk miliknya. Permainan ini merupakan sarana untuk mengatur strategi dan kecermatan.


C
erita Wayang, berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Sudah ada sejak zaman raja Erlangga di Kahuripan permulaan abad ke-11. Pada masa tersebut sudah ada ahli sastra kepercayaan raja Erlangga yakni Mpu Kanwa yang menulis kitab Arjuna Wiwaha. Isi dari kitab Arjuna Wiwaha antara lain menceritakan Arjuna ketika bertapa di dalam goa Witaraga sebagai brahmana dengan nama Begawan Ciptoning. Sebagai Pertapa, Arjuna berhasil membinasakan raksasa Niwatakawaca dari kerajaan Manimantaka yang bermaksud melamar bidadari Dewi Supraba. Atas jasanya itu, Arjuna mendapat penghargaan dari dewa Endra berupa sebuah panah lengkap dengan busurnya bernama panah Pasopati.

S
asando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.

G
amelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

K
esenian Teater Lenong merupakan kesenian tradisional dari Betawi yang sampai sekarang masih hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat pinggiran Jakarta. Jenis kesenian ini ada dua macam yaitu "Lenong Denes" dan "Lenong Preman". Lenong denes menceritakan lingkungan kaum bangsawan, dengan ditandai busana yang necis, penggunakan bahasa yang halus (bahasa melayu yang tinggi), sedang Lenong preman menggunakan cerita yang disajikan tentang kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa sehari-hari pula. Penggunakan bahasa dalam teater ini menggunakan dialek betawi sehari-hari, sehingga sangat komonikatif dan akrab dengan penontonnya. Musik terdiri dari instrumen : Gambang, kromong (bonang) tehyan, kong ahyan, suling, sukoong, gendang, gong , kemor dan kecrek.



T
ari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo, Nanggro Aceh Darusslam. Biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

B
orobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.


Karya Jurnalistik


SAMPAH LINGKUNGAN JADI PENOLONG LINGKUNGAN

Dewasa ini, sampah amat sangat di takuti oleh banyak orang. Tak ada yang menginginkan sampah merusak lingkungan sekitar mereka, baik di rumah, sekolah, rumah sakit, kantor, dan di tempat lainnya. Namun, untuk  menghilangkan sampah itu, mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya baik untuk dilakukan ? Bahkan, banyak dari mereka dengan mudah membuang sampah-sampah tersebut tanpa memikirkan terlebih dahulu, apa dampak yang akan terjadi ? Padahal, banyak cara yang bisa kita lakukan tanpa membuang sampah tersebut, yang ternyata manfaatnya jauh lebih besar. Namun, kembali lagi ke kemauan untuk melakukan sesuatu yang positif yang sangat minim dimiliki oleh orang Indonesia.

“ Kami mencoba melakukan gerakan-gerakan yang bisa bermanfaat bagi makhluk hidup beserta lingkungannya. Salah satunya dengan cara memanfaatkan sampah-sampah yang di produksi, khususnya di SMP Negeri 5 Lahat. “, tutur Kepala SMP Negeri 5 Lahat, Bapak Siwin, S.Pd, Senin (7/1) lalu. Ya, nyatanya, di sekolah yang terletak di daerah Lahat ini sudah menggunakan metode pemanfaatan sampah organik yang diubah menjadi pupuk kompos.

“ Meninjau semakin banyaknya pupuk kimia yang diproduksi, kami tetap menginginkan pupuk yang alami. Terutama untuk tumbuh - tumbuhan yang hidup di lingkungan sekolah. Dan kami memanfaatkan siswa untuk mengolahnya, hal ini di karenakah untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungannya. “, jelas Ibu Nyimas Rosdiana, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Biologi saat di temui, Selasa (8/1).
Pengomposan merupakan alternatif penanganan masalah sampah yang sesuai. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara.
Proses pengomposan akan terjadi jika sampah-sampah organik telah bercampur. Oksigen dan senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan meningkat hingga di atas 50o - 70o C, suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik, yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pada saat ini terjadi penguraian bahan organik yang sangat aktif. Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2, uap air dan panas. Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek liat humus. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pengurangan ini dapat mencapai 30–40% dari bobot awal bahan. “, jelas Ibu Nyimas Rosdiana, S.Pd, menerangkan proses pengomposan secara sederhana. 

Selain itu, manfaatnya pun memang berimbas kepada siswa, seperti yang dituturkan oleh Ibu Nyimas Rosdiana, S.Pd, di atas. “ Saya sudah mengerti tentang pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Saya berusaha cukup keras di sekolah, agar percobaan saya berhasil. Sehingga saya bisa menerapkannya di rumah, dan saya bisa menyalurkannya ke orang tua saya, saudara saya, atau bahkan ke teman saya yang lainnya. “, ujar Faula Utari, siswi kelas IX, SMP Negeri 5 Lahat saat di temui di halaman belakang sekolah.

Tidak hanya itu, pupuk kompos pun bermanfaat juga jika ditinjau dari aspek ekonomi, seperti yang dituturkan oleh Ibu Hartiwi, S.Pd, selaku guru mata pelajaran IPS Ekonomi, “ Proses pengomposan ini, berguna mengurangi volume limbah yang diproduksi. Selain itu, pupuk kompos memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya. “

“ Mengurangi pencemaran udara karena bau yang di hasilkan oleh sampah. Selain itu, meningkatkan ketersediaan hara di dalam air, meningkatkan kesuburan air, dan meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah. “, ujar Ria Anggraini, siswi kelas IX, SMP Negeri 5 Lahat,  peraih juara II pada Olimpiade MIPA Biologi se-Kabupaten Lahat, saat ditanyai pendapat.



Oleh : Anggita Anggraini Rosyada

Resensi Buku "Chicken Soup for The Kid's Soul"












 
Judul Buku : Chicken Soup For the Kid’s Soul
Penulis : Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Patty Hansen, Irene
              Dunlap
Penerjemah : Sutanty Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2007
Kota Terbit : Jakarta, Indonesia
Halaman : 563 halaman
Kategori : Inspirasional


Chicken Soup for The Kid’s Soul merupakan salah satu seri dari buku serial Chicken Soup for The Soul. Buku ini memuat tulisan-tulisan yang membangun jiwa. Buku ini dirancang untuk membantu anak-anak menghadapi berbagai macam permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam buku ini ditampilkan kisah-kisah nyata yang dihadapi anak-anak.
Para penyumbang Chicken Soup for The Kid’s Soul adalah mereka yang peduli terhadap sesama dan ingin berbagi kisah yang memiliki tujuan sama, yaitu memberi inspirasi dan pandangan kepada para anak dalam menjalani masa-masa yang berharga ini. Buku ini bukanlah buku berisi kisah-kisah dari orang dewasa tentang masa kecil mereka, melainkan kisah-kisah yang ditulis oleh anak-anak, untuk anak-anak. Buku ini wajib dibaca oleh anak-anak, karena kisah-kisah mereka sesuai dengan kehidupan para anak, kehidupan mereka yang sedang mencari sebuah arti kehidupan.
Di dalam buku tersebut terdapat 101 tulisan karya nyata yang dikelompokkan dalam beberapa bagian atau bab. Diantaranya adalah kisah cinta seorang anak, arti kasih Tuhan bagi anak, arti persahabatan bagi anak, arti keluarga bagi anak, dan lain-lain.
Salah satunya adalah kisah seorang kakak yang sangat mencintai adiknya yang mengidap autis. Ketika itu hujan sedang turun, di rumah hanya ada ia dan adiknya. Ibunya sedang keluar, sedangkan ayahnya menghadiri rapat di kantornya. Ia pun mendapat tugas untuk menjaga adiknya. Namun, saat ia sedang menjaga adiknya, ia tidak melihat adiknya berada di dalam rumah. Ia pun kemudian keluar untuk mencari adiknya, karena ia yakin adiknya belum terlalu jauh dari rumah.






 




Akhirnya ia pun menemukan adiknya sedang memanjat tower listrik yang tinggi. Ia pun segera menghilangkan rasa takut untuk menyelamatkan adiknya dan menyusul naik ke tower tersebut. Setelah sampai di atas ia segera memeluk adiknya dengan erat dan membawanya turun ke bawah. Di bawah telah tiba regu penyelamat yang siap menyambut sang pahlawan.
Kisah di atas merupakan salah satu dari banyak kisah yang ada dalam buku ini. Dari kisah tersebut kita bisa belajar sesuatu bahwa bagaimanapun keadaan saudara kita, kita harus tetap menyayangi dan mencintainya. Sungguh pelajaran yang berharga bagi para pembaca.

·         Merupakan kumpulan kisah nyata yang sesuai dengan kehidupan anak.
·         Kisah-kisah dalam buku tergolong singkat namun memiliki makna yang mudah dimengerti pembaca.
·         Setiap kisah dalam buku tidak berhubungan sehingga pembaca dapat memilih kisah yang diinginkan.
·         Pembuatan bagian isi buku memudahkan pembaca memilih kisah yang diinginkan
·         Menggunakan bahasa baku yang baik dan mudah dimengerti.
·         Terdapat kutipan-kutipan kata mutiara dan puisi-puisi pada bab-bab tertentu.
·         Cover-nya menarik dengan kartun yang sesuai dengan salah satu judul kisah yang diambil.
·         Adanya jaket sampul yang menambah manisnya tampilan buku.

·         Berbagi kisah-kisah nyata yang dapat menjadi motivator dan inspirator bagi pembaca.
·         Memberikan pandangan kepada pembaca bahwa kehidupan sangatlah luas.
·         Memberikan harapan dan pelajaran bagi para pembaca untuk menata masa depan.
·         Memberikan dampak pemikiran positif kepada para pembaca.
·         Dapat lebih menyayangi dan menjaga sesuatu pemberian Tuhan, seperti keluarga, teman, dan lain-lain.