Jumat, 06 September 2013

Karya Jurnalistik


PEMANFAATAN ECENG GONDOK ALA SEKOLAHKU

Lahat – Masih banyak sekolah di Indonesia yang belum peduli akan lingkungan. Banyak dari mereka tidak sadar akan barang-barang yang tak berguna, dan mereka tidak dapat memanfaatkannya dengan baik. Malah terkadang, dibiarkan tumbuh dengan subur. Yang akibatnya, meniciptakan lingkungan kotor dan tidak sehat.

Namun berbeda dengan SMP Negeri 5 Lahat, sekolah yang terletak di daerah Sumatera Selatan ini. Mampu mengelola lingkungan dengan baik. “ Kami ingin menjadikan sekolah kami sekolah yang berguna, baik gurunya, sarana dan prasarananya, maupun lingkungannya. “, tutur Bapak Siwin S.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 5 Lahat, Senin (7/1) lalu.

Mulai awal tahun 2010, beliau menginginkan SMP Negeri 5 Lahat ini sebagai sekolah berbudaya lingkungan. Melalui pemanfaatan lingkungan, yang tampak luas nan asri. Beliau pun menghimbau seluruh warga sekolah untuk turut serta dalam perwujudan tersebut.

Salah satunya adalah pemanfaatan tanaman eceng gondok, yang tampak menjamur di kolam ikan yang terletak di depan ruang guru SMP Negeri 5 Lahat. Tanaman yang dikenal sebagai benalu ini memang tampak tumbuh subur di daerah Sumatra Selatan, khususnya di daerah yang berawa. Di SMP Negeri 5 Lahat, eceng gondok dapat dimanfaatkan dengan baik dengan cara dibuat sebagai briket arang.  “ Tanaman ini akan dijadikan briket arang. Karena kandungan selulosa dan senyawa organik pada enceng gondok berpotensi memberikan nilai kalor yang cukup baik. Dengan demikian briket arang dari enceng gondok ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, di samping dapat membuat dampak yang sangat baik pula bagi lingkungan.”, jelas Ibu Ismawati Rasal, S.Pd, selaku Guru Biologi SMP Negeri 5 Lahat, saat sedamg melaksanakan praktek, Selasa (8/1).

Tentu tidak langsung jadi begitu saja, harus melalui tahap dalam pembuatan briket arang tersebut. “ Diperlukan waktu yang cukup banyak untuk membuat briket ini karena harus melalui proses pengeringan ampas. “, tambah Ibu Ismawati Rasal, S.Pd. Meskipun terlihat agak sulit, namun para siswa tampak senang melakukan percobaan ini. Tidak tanggung-tanggung para siswa mengambil eceng gondok yang menumpuk padat di kolam pada saat mata pelajaran Biologi, sebagai percobaan pertama. Dengan seksama mereka membuat briket, berharap percobaan mereka berhasil. “ Sabar adalah kunci utama dalam membuat briket arang ini. Namun sangat menyenangkan jika briket ini berhasil, dan memberikan manfaat di kehidupan kita semua.”, tutur Gufran Yuldi, siswa kelas IX, SMP Negeri 5 Lahat.

Dari pemanfaatan ini, di harapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan yaitu mengurangi pencemaran lingkungan agar tercipta lingkungan bersih dan sehat. Tidak hanya itu, dari percobaan ini pun dapat melatih siswa untuk belajar mandiri dan berbudaya lingkungan. “ Kami berharap, dengan pengembangan pemanfaatan ini dapat mengurangi masalah tanaman pengganggu di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan. Yang tampaknya menjadi masalah berat. Selain itu kami ingin menjadikan para siswa sebagai generasi penerus yang peduli lingkungan. “, ujar Kepala SMP Negeri 5 Lahat.

Demikian juga sebagai energi alternatif dalam usaha penghematan energi, briket arang pun akan tampak sangat diperlukan. Mengingat semakin langkanya bahan bakar, briket arang akan dapat membantu pemerintah dalam penanganan kelangkaan bahan bakar. “ Ya, kami pun melakukan ini untuk membantu pemerintah. Agar pemerintah tidak pusing memikirkan kelangkaan bahan bakar, yang berujung dengan harga yang mahal.”, tutur Gufran Yuldi.


Oleh : Anggita Anggraini Rosyada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar