Selasa, 15 Mei 2012

Teruntuk Dia ..

terima kasih ..
terima kasih ingin ku katakan
padamu seorang, hanya pada dirimu yang ku mau
tak ingin samakan perasaanku dengan yang lain
maknaku berbeda, meski untaian katanya sama
kini telah ku raih puncak itu
sedikit dari banyak puncak yang ingin ku daki
lalu ku raih, lalu ku berikan hanya untukmu
untuk diri yang selalu menjaga dan memotivasiku
namun kala itu, tubuhku seolah membeku
sulit tuk mencair, bahkan tuk sekedar mengerjapkan mata
bak patung pahlawan, berlagak perkasa
dibalik semua kelelahan menahan isak tangis
gundahku berseru, bimbang memanfaatkan kesempatan
sebab posisimu yang tak lagi singular
buatku tak mengerti perasaan semu
yang terus menari mengitari kita selama ini
ku pasang topengku dengan sempurna
tanpa setitik wajah yang mencoba mengintai
saat lelahku mulai meraja, aku mulai merasa tumbang
aku ingin pergi, lenyap di telan keramaian
bersembunyi jauh darimu, dari kerumunan manusia yang menghadang
sambil luapkan semua isakku, yang mulai meradang
aku ingin ucapkan kata itu, hanya kata sederhana
kata yang tak jarang terdengar, namun makna dalam yang ingin kusampaikan
namun apa yang bisa ku minta, waktu terus bergulir
tinggalkan diriku yang tak sanggup melangkah
hingga ku tenggelam dalam keterpurukkan
tinggal kepedihan yang kini duduk manis menemani
terlambat sesali semua kepecundanganku ini
tinggal tulang yang dibalut kulit ini sendiri
tertunduk dalam lipatan tangan yang rapuh
sembunyikan aliran kelelahan yang selama ini tertahan
sambil terus ucapkan kata murni yang selama ini terpendam
terima kasih ..
terima kasih, teruntukmu
hanya untukmu seorang yang selalu ku kenang ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar