senyummu, yang dulu buatku berdebar selalu
berharap jadi penyebab semua itu
namun kini, sejak bukti menyeruak keluar
bimbangku merangkak melebar
hipotesa akan bukan diriku penyebab manis senyummu
buatku makin gila bahkan hanya tuk membela malangnya diriku
takutku terus menguasai otakku
hingga ketakberdayaanku menatapmu,
bahkan tuk detik melangkah satu
aku ingin berteriak kala kau mengulas senyum itu
karena sungguh aku tak sanggup, aku tak mau
menikmati kebahagiaan yang penyebabnya bukan diriku
hanya membuat hati pilu, diri berkeluh
lalu apa yang bisa jadi penghalang diriku denganmu
mencoba menghindar, selalu menjadi umpan jitu
tapi tak dapat disangkal, kita selalu bertemu
mungkin ini takdir sadis untukku
setelah menyimpan cerita manis denganmu, berujung pahit di hulu
mungkin senyum itu memang bukan teruntukku
tapi aku yakin pada Tuhan, akan menciptakan senyum baru
senyum terbaik yang bisa menggantikan sosokmu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar