saat itu, aku sadar bahwa jejakmu akan pudar
aku tau, aku akan kehilangan satu-satunya rantai penghubung denganmu
tapi aku tak dapat melakukan apa-apa
menunda setidaknya pun tidak bisa
demi sebuah benda yang ku punya
ku harus relakan rasa sakit ini dengan rapat menyelimuti hati
kini ku terima akibatku, dengan selalu menunggu kedatangan namamu
yang tertanda jelas di handphone ku
sialku menambah penyesalan yang tak berujung
tak ku simpan dalam otakku, menambah daftar tangis yang menunggu
tapi apa yang harus ku perbuat, waktu enggan bersahabat
aku kalah telak, saat masa tak mengulang sejenak
aku rela mengalah, biarkan menunggu menemaniku selalu
saat tiap barisan nomor yang datang
dengan harapan mungkin dirimu, yang buatku senang
namun lalu keningku berkerut keriput
kesal, dapati harapanku menjadi semu
ingat, ku biarkan rasa itu tetap mengikat
hanya demi dirimu, satu
karena aku tahu tuhan, akan memberiku jalan
tuk hubungkan lagi rantai itu, tepat dihatimu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar