rasa itu kembali berderu
setelah lama mati suri dalam kebekuan
kini meleleh memanggil kerinduan
terbangun aku dari buta yang mengkekang
mencoba pergi jauh, melenyapkan seribu kenangan
tapi ternyata aku hanya memutari sebuah lingkaran
hingga lelahku menghentikan aku pada dirimu
rasaku kini sama, kala pertama kau menyapa
tangisku menyampuli teriakku saat menerima semua nyata
metode yang ku lakukan semua jadi percuma
saat ku dapati diriku tak dapat menjauh
meski hanya sekilas bayangan semu dirimu
tinggal tangisku yang mewakili semua tanyaku
tak kuat berdiri kokoh dengan balutan senyum terbaikku
biarkan waktu menemani, menunggu hingga lelah memanggilku
biarkan sakit ini mengakar di setiap ruang hati
karena salahku, tak dapat melupakanmu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar