Kamis, 05 April 2012

Teruntuk Dia ..

bukan jadi lembaran kertas baru dalam koleksi ceritaku
saat semua rasaku berpadu
setiap gerak refleksku merangsang nafsuku tuk menatapmu
senyumku mulai merayu, enggan memberi celah tuk menipu
tanda suka cita, bisa juga arti tangis yang menggila
semua jadi kelabu nan semu, tak segores pun nyata
kala kebisuan itu mulai terbuka, menolak harapan yang ku minta
langit tak lagi pancarkan cerianya,
pekatnya mendung rapat selimuti bagai mantel bumi
sulit ku terima takdir pahit ini,
karena harapan yang memanjat terlalu tinggi
hingga saat terjatuh, aku tak lagi berdiri
karena mungkin aku telah mati
aku tak dapat lagi memilih, pergi atau tetap disini
sakit karena melupakan atau sakit karena ditinggalkan
akhir tak harus bahagia, definisi yang tak bisa ku terima sejak pertama
izinkan tanganku ini melukiskan tentangmu selalu
biarkan mencoretkan setiap sudut tubuh,
dan tajamnya senyummu sepanjang waktu
walau sering kau ukir sakit di hatiku
tapi tetap akan ada setitik kebahagiaan tiapku menganangmu
andai kua tau, ku jadikan dirimu
tokoh utama dalam koleksi cerita manisku
abadi, tak kan lenyap dihapus waktu ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar